Ijinkan saya untuk mengemukakan pendapat saya, Mungkin akan ada beberapa orang yang tidak sependapat, tapi bukan berarti saya tidak boleh berpendapat kan? :) Saya tidak ingin mengatakan bahwa saya salah pilih jurusan saat kuliah, karena saya melewati masa masa kuliah saya dengan bahagia dan berhasil menyelesaikannya dengan hasil yang maksimal. Puji Tuhan saya lulus dengan predikat Magna Cumlaude dengan IPK 3,86. Mengapa saya memilih untuk akhirnya masuk ke dunia yang katanya berbeda 180' dengan kuliah saya? Karena saya berfikir, lebih baik menurunkan ego, dari pada kehilangan masa depan. Setelah dinyatakan lulus S1, saya melamar sebagai Finance Controller di Orang Tua Group, namun 3 bulan berlalu saya merasa lelah dengan keadaan. Pertama saya harus pulang pergi Bekasi-Tangerang dengan KRL dan Transjakarta, karena gaji pertama saya belum cukup untuk membayar sewa kost. Dan saya punya prinsip, saya tidak mau membebani orang tua saya, apalagi ketika sudah bekerja. Kemudian, saya juga ...
Banyak orang khususnya diluar dunia marketing yang belum mengerti apa itu Below The Line. Below the Line adalah sub kategori dari cara pemasaran dalam dunia marketing. Dimana dalam melakukan promosi/pemasaran, team marketing dapat melakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara ATL (Above the Line) dan BTL (Below the Line). Secara sederhana, perbedaan dari keduanya terletak dari media yang digunakan untuk melakukan pemasaran. ATL melakukan promosi secara indirect, yakni secara tidak langsung bersentuhan dengan konsumen / target pasar. Sedangkan BTL melakukan pemasaran langsung kepada konsumen / target pasar. Contoh pemasaran ATL adalah promosi melalui iklan di media sosial dan branding di titik titik promosi. Sedangkan contoh dari pemasaran BTL adalah mengadakan event Brand di spot lokasi yang dapat berinteraksi langsung dengan konsumen/target marketnya. Selain bertujuan untuk memasarkan produk, dengan adanya aktivitas BTL, maka perusahaan dapat mengetahui kebutuhan dan harapan dari konsume...