Banyak orang khususnya diluar dunia marketing yang belum mengerti apa itu Below The Line. Below the Line adalah sub kategori dari cara pemasaran dalam dunia marketing. Dimana dalam melakukan promosi/pemasaran, team marketing dapat melakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara ATL (Above the Line) dan BTL (Below the Line).
Secara sederhana, perbedaan dari keduanya terletak dari media yang digunakan untuk melakukan pemasaran. ATL melakukan promosi secara indirect, yakni secara tidak langsung bersentuhan dengan konsumen / target pasar. Sedangkan BTL melakukan pemasaran langsung kepada konsumen / target pasar. Contoh pemasaran ATL adalah promosi melalui iklan di media sosial dan branding di titik titik promosi. Sedangkan contoh dari pemasaran BTL adalah mengadakan event Brand di spot lokasi yang dapat berinteraksi langsung dengan konsumen/target marketnya. Selain bertujuan untuk memasarkan produk, dengan adanya aktivitas BTL, maka perusahaan dapat mengetahui kebutuhan dan harapan dari konsumen / target pasar terhadap barang / jasa yang ditawarkan.
Kedua jenis pemasaran ini perlu berjalan bersama2 untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Melalui aktivitas ATL, jangkauan pasar untuk memperkenalkan produk/jasa menjadi lebih luas. Untuk melanjutkan perkenalan tersebut, dibutuhkan kelanjutan promosi yang dilakukan oleh aktivitas BTL. Dengan adanya aktivitas BTL, maka akan menciptakan kesan lebih nyata dan membuat memory yang lebih dalam dengan para konsumennya.
Komentar
Posting Komentar